Selasa, 12 Januari 2016

Mengenalmu kemudian Menyayangimu


Aku punya pilihan terbaik disaat aku memang butuh yang terbaik, kisahku selama pacaran selalu gagal, dan mejomblo menahun, kamu tahu? Burung gagak berwarna hitam atau warna–warni kepirangan? Sebenernya burung itu gak ada hubungannya dengan percintaanku, pertengahan tahun 2014, waktu itu aku sedang semester 6 di perkuliahan, aku sempat galau di depan teras Masjid kampus dan memandang ke atas awan, kemudian berdoa, “Ya Allah, pertemukan hamba-Mu dengan sesosok wanita pintar, cerdas, yang otaknya montok, cantik, baik hati, dan yang pasti dia setia dan se-iman, untuk menemani hari-hariku dan menyayangiku apa adanya.” Amin..

Kenapa aku gak galau karena kuliah yak? sudah semester 6 padahal. Kan sudah semakin mendekati skripsi bukannya? ini malah galauin hal Asmara.. hehe ada-ada saja~ mhuehehe~

Dikala sore itu di kampus, aku menemukan sesosok wanita di mana wanita itu sedang menuhankan kesedihannya, bermain dengan kegalauannya, dan bermata panda kemerahan. 


 “Kasian sekali dia, bidari surga sepertinya tak pantas mempunyai kegiatan seperti itu.” Celoteh hati kecilku yang sedang berkicau-kicau. Aku pun memperhatikannya, melihat keluh kesahnya dan tak pantas dirinya untuk bermuram durja seperti itu. "Ya Allah, apakah aku boleh dekat dengannya dan bisa menghapus kesedihannya?"
Dia adalah temanku, namun bukan teman akrab, bahkan teman hanya sekedar say hallo saja di Kampus, kamu yang dulu suka menyapaku ketika aku hanya mengenalmu sebagai wanita baik, aku tidak mengenal namamu, alamat rumahmu, bahkan nenek kakekmu pun aku tidak kenal, tapi entah dari sekian banyak temen-temen kelasmu, kamu yang menyapaku penuh arti, dari situlah aku mengenal baik kamu sebagai seorang perempuan yang menurut aku SKSD terhadapku. Hehe..

Dia wanita yang aku lihat kesehariannya sangat ceria, sangat bahagia, dan berbeda energinya dengan teman-teman sekitar, energi positifnya selalu terpancar untuk orang-orang sekitar yang dekat dengannya, kedekatan aku pun dengannya berlanjut melalui Twitter, Entahlah, seiring waktu berjalan, kita didekatkan, kamu folow Twiter aku, dan aku pun follow back Twitter kamu. Mengapa dan entah bagaimana kita tiba-bisa deket melalui Twitter, sifat kamu yang suka SKSD kini berlanjut di tab mentionku, aku yang suka ngetuit gak jelas, aku yang suka ribet sendiri di Twitter, aku yang suka ngetuit pusing sendiri di Twitter tiba-tiba dimention kamu, dari situlah kedekatan kita berlangsung. Kekuatan Allah akan renunganku yang menghayal membantu kamu bangkit dan menghapus kesedihan kamu, tak secara sadar dikabulkan. Sebagaimana pun kamu SKSD ke aku, aku sangat hormat kepada kamu, karena telah mau mengenal aku lebih dalam, aku adalah seorang cowok yang jauh dari kata romantis, tapi sedikit humoris, kadang garing, kadang suka ngeselin tapi seringnya dikangenin.

Kita mulai mengenal, dari mention-mentionan Twitter yang pembahasannya gak jelas, beralih ke obrolan BBM yang tak sengaja  kamu kirimkan pin BBM kamu ke pesan Twiter aku, dan kemudian aku invite, pembahasannya sungguh-sungguh menakjubkan.. makin gak jelasnya. Fiuh~~~~
Mungkin aku tidak kecantol pada pandangan pertama, seperti halnya banyak orang bilang seperti itu, tapi aku kecantol dengan kamu karena “kagum pada pandangan pertama!”. Subhannallah..
Cinta semakin kuat berlanjut pada pertemuan, pertemuan dimana aku dan kamu merencanakan itu semua, ouh indah sekali ini.. awal aku ngajak pertemuan yaitu ke Mall, minta temenin ke Toko Buku, karena mau minta temenin nonton gak ada Film yang seru. Aku pun menjemput ke rumahnya, oh iya kenapa aku bisa tau rumahnya? Karena pernah sempet nganterin dia pulang dikala itu, ketika dia sedang tidak membawa motor. Heheh..
aku menjemputnya, namun aku tidak pamit dengan ke-2 orang tuanya, dikarenakan masih malu-malu kucing. aku belum siap menemui ke-2 orang tuanya. Setelah pulang dari toko buku dan makan malam, aku mengantarnya pulang dan disitulah aku beranikan diri untuk pamit dengan ke dua orang tuanya sekalian meperkenalkan diri.

Seiring waktu berjalan kitapun semakin dekat, akupun tak sabar ingin mengeluarkan senjata untuk menembakmu, pelurunya menggunakan butiran-butiran cinta.  

Hari-hari kian berlanjut, aku menjalankan aktifitas kampus dengan penuh gairah, semangatku berkobar, aku semakin rajin, aku datang selalu ontime, walaupun ke kampus datang telat aku tidak takut akan dosen yang bisa saja menguhumku, melihat pohon-pohon sekitar kampus yang daun-daunnya jatuh ketiup angin semua aku anggap dedaunan itu sedang menari-nari bersama angin, syalalala.. apakah ini yang dinamakan jatuh cinta, hati selalu berdebar-debar rasanya. dan menjalankan semua aktifitas tak pernah mengeluh, apapun dengan aktifitas kampus, aktifitas di rumah dan aktifitas lain-lain. alasannya karena ada keberadaan kamu. 

Kedekatan kita semakin kuat, pukul 18:40 tepatnya pada tanggal 16 Oktober 2014 setelah aku sholat maghrib di masjid dekat rumahnya, aku berdoa agar semuanya di beri kemudahan, dan kelancaran, amunisi yang berisi butiran-butiran cinta pun aku tembakan ke kamu, dengan keadaan tubuh hati jantung bergetar semuanya menunggu jawaban sakral itu, dan ternyata kamu meresponnya. Walaupun agak sedikit mikir jawabnya, hehe gpp.. gpp.. dan kamu katakan “Iya Mau” Ouh senang sekali rasanya ya Allah.. doaku dikabulin. Terimakasih ya Allah, dalam hatiku bahagia banget, jantung yang rasanya mau copot menunggu jawaban itu kini jantungku semakin sehat dan bergelantungan sangat kuat di hati kamu.

Semakin berjalannya waktu kedekatan kami makin melekat, seperti lem Korea yang menempel pada jari telunjuk dan jempol, susah untuk dilepaasnya. namun ada saja problema dihadapkan dengan orang-orang yang tidak suka dengan kedekatan kami, tetapi Alhamdulillah bisa kita lalui bersama.
Sekarang aku menjadi pribadi yang ceria, bahagia, semringah dan tidak ada lagi yang namanya galau menghiasi hari-hariku. :)

Hubungan kita bener-bener berkualitas, tak terasa kita sudah semster 7, Dipenghujung aktifitas kampus pun aku dihadapkan dengan skripsi, sama dengannya.. dia pun dihadapkan dengan skripsi, tapi aku menjalankannya penuh dengan percaya diri, kita saling memotivasi, menyemangati dan membahagikan di sela-sela skripsi, revisi demi revisi kita lalui bersama, namun ternyata kamu lebih duluan selesai skripsinya, kamu sidang duluan dan lulusnya pun duluan kamu. tapi aku tidak menyerah, selang 2 bulan darinya, akhirnya skripsi akupun kelar, dan bisa ikut sidang kemudian lulus dan wisuda bareng di tahun yang sama yaitu tahun 2015. Bahagia sekali aku dengannya. Dari Awal kedekatan kita yang tak pernah kenal akan nama, alamat rumah, siapa orang tuanya dan akhirnya bisa di persatukan oleh-Nya. Sampai akhirnya pergi bareng, ke kampus bareng, jalan-jalan pun juga selalu bareng.

Dari ceritaku diatas yang panjang dan lebar ternyata kekuatan doa kita yang tulus terhadap Allah percayalah.. pasti akan di kabulkan, Allah benar-benar memberi apa yang kita butuhkan bukan saja apa yang kita inginkan, Allah tau mana yang terbaik untuk kita dan mana yang bukan terbaik untuk kita.

Sampai saat ini aku sangat bahagia dengannya, ke-2 orang tuanya pun sangat welcome dan baik denganku, aku sangat hormat dengan mereka, terima kasih ya Allah, rasa syukur atas keberlimpahan kebahagian selalu aku dapet dari Engkau dan darinya.

Aku sangat mencintainya, aku sangat tulus menyayangi, semakin panjang perjalanan asmara yang aku lalui denganya kini aku semakin bisa menerima kekurangannya, dan kini aku tidak lagi menicintai wajahnya saja, parasnya saja, atau pun penampilannya saja, tapi kini aku sudah bisa mencintai segala kekurangnganya, kelemahannya, dan segala-galanya. Aku berharap dia adalah jodohku yang aku semogakan, dia sosok wanita yang memang aku dambakan selama ini, aku sangat bahagia dengannya. 
Aku pun berjanji, aku akan selalu memasok kebahagian untuknya, menjadi vendor semangat di hatinya, aku gak akan buat galau dia, aku gak akan buat sedih dia, Insyallah dia memang bidadari surga yang dititipkan di dunia, untuk menyayangiku dan menemani seumur hidupku, dalam rumah tangga nanti.. yang akan kita lalui kejenjang berikutnya. Amin..
Aku akan selalu mengusahakan agar semuanya tidak sia-sia. :)

Untuk “Milla Rossa Alvionita” sesorang wanita yang menjadi pemeran utama dalam ceritaku.
I love You! ❤